Survei: 89% investor Khawatir Tentang Kehilangan Crypto Mereka Saat Meninggal

Survei: 89% investor Khawatir Tentang Kehilangan Crypto Mereka Saat Meninggal

Sebuah survei baru-baru ini telah menginformasikan bahwa banyak investor crypto khawatir tentang apa yang akan terjadi pada investasi cryptocurrency mereka ketika mereka meninggal.

Namun, hanya sedikit dari mereka yang memiliki rencana terdokumentasi untuk menyerahkan (mewariskan) aset crypto mereka kepada orang-orang terkasih setelah kematian menjemput. Salah satu alasannya adalah kurangnya layanan nyata bagi mata uang digital.

Kekhawatiran Investor Crypto

Dalam survei online yang dilakukan oleh Cremation Institute antara Oktober tahun lalu hingga Juni 2020, ada total 1.150 pengguna cryptocurrency yang disurvei.

Studi ini menginformasikan bahwa banyak investor crypto, terutama generasi muda, yang tidak memiliki rencana yang sesuai untuk aset crypto mereka, jika mereka secara tak terduga meninggal.

Dari total jumlah investor crypto yang berpartisipasi dalam survei, 89% dari mereka khawatir tentang apa yang akan terjadi pada investasi cryptocurrency mereka yang diperoleh dengan susah payah

Namun, hanya 23% yang memiliki rencana terdokumentasi aktual tentang bagaimana aset crypto mereka akan dikelola ketika mereka pergi.

Mengikuti temuan ini, generasi yang lebih tua kemungkinan besar memiliki rencana terdokumentasi untuk cryptocurrency mereka, tidak seperti Generasi Z yang lebih muda (berusia 18 hingga 25 tahun), diikuti oleh Millenials (berusia 26 hingga 40 tahun).

Tepatnya, 59% generasi muda dan 35% generasi Millenial belum memiliki rencana untuk investasi cryptocurrency mereka saat hal itu terjadi!

Perencanaan Investasi

Untuk generasi yang lebih tua, sekitar 86% Generasi X (41 hingga 55 tahun) dan 94%Baby Boomers (56 hingga 76 tahun) telah menginstruksikan bagaimana cryptocurrency mereka akan dikelola setelah mereka tiada. Sementara itu, hanya ada sebagian kecil generasi muda yang memiliki pemikiran serupa.

Secara meyakinkan, Cremation Institute mencatat bahwa kurangnya layanan nyata untuk mata uang digital dan peraturan pemerintah di banyak daerah adalah bagian dari alasan di balik perencanaan disorganisasi di antara para investor crypto. Sejauh ini, sekitar 4 juta BTC dikunci dari peredaran karena kematian dan kehilangan akses, sesuai data dari Coincover.

Sumber: Cryptopolitan