Pengguna Membayar $ 2,6 Juta Biaya Transaksi untuk Mengirim Ether Senilai $ 134, Kok Bisa?

Pengguna Membayar $ 2,6 Juta Biaya Transaksi untuk Mengirim Ether Senilai $ 134, Kok Bisa?

Biaya Transaksi Ether yang Mengejutkan

Pengguna mungkin ‘kesulitan’ membedakan mana kolom untuk mengisi nilai transfer dan biaya, yang akhirnya harus membayar 10.668 ETH untuk biaya transaksi, yang senilai $ 2,6 juta, pada transaksi yang ditambang oleh Sparkpool.

Pelanggan itu mengirim 0,55 Ether, senilai $ 133,95, menurut catatan transaksi yang disiarkan di jaringan Ethereum (ETH). ETH itu dikirim ke alamat pertukaran crypto Korea Selatan, Bithumb.

Dana bisa hilang selamanya karena sebagian besar blockchain dibangun untuk mencegah transaksi dibatalkan setelah pengirim mengkonfirmasi.

Selain itu, biaya tersebut mungkin telah didistribusikan ke penambang yang berbeda di bawah Sparkpool sebagai hadiah untuk memproses transaksi.

Sparkpool mengatakan dalam sebuah tweet pada 10 Juni mengenai peristiwa ini:

“Kami sedang menyelidiki lebih lanjut insiden tingginya biaya transaksi… Akan ada solusi pada akhirnya.”

Juga, penambang China sebelumnya telah membayar setengah dari 2.100 ETH. Pengguna secara tidak sengaja memasukannya sebagai biaya dalam transaksi untuk merntransfer 0,1 Ether, sungguh nilai yang jauh sekali.

Kecurigaan pada Transaksi

Beberapa pihak memiliki kecurigaan atas transaksi yang mencengangkan ini, dengan beberapa anggota komunitas Ethereum yang menuduh adanya manipulasi transaksi oleh Sparkpool, atau bahwa itu adalah upaya untuk menghindari pajak, atau pencucian uang.

Secara umum, biaya transaksi ETH rata-rata naik lebih dari 637% sejak Januari, karena jaringan menjadi padat karena tingginya jumlah transaksi yang melewatinya.

Kesalahan transaksional itu adalah hal yang tidak biasa dalam industri crypto, terlebih dalam bentuk kesalahan biaya transaksi sebesar ini!

Pada 2017 lalu, ada seseorang yang membayar 50 Bitcoin (BTC) dalam biaya transaksi, hanya untuk mengirim kurang dari 10 BTC saja.

Beberapa analis menyarankan bahwa jaringan blockchain harus dapat menolak transaksi jika biayanya melebihi biaya rata-rata tertinggi dari 10 blok yang ditambang sebelumnya, dan hanya dengan cara yang sama, katakanlah, blockchain Bitcoin juga bisa menolak biaya yang terlalu rendah agar terjadi kestabilan dalam jaringan.

Sumber: News Bitcoin